Menikmati Pagi Hari di Pasar Apung Banjarmasin

Izzuddin Shofar
8 Januari 2020 00:34
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Salah satu tempat paling iconic di Banjarmasin adalah Pasar Apung. Pernah begitu populer karena digunakan sebagai video pergantian acara di salah satu stasiun swasta. Iya RCTI maksudnya. Masih ingat kan waktu kamera jalan di antara perahu penjual di pasar. Kemudian ada suara RCTI okeeeee. Ada ibu-ibu penjual mengacungkan jempolnya ke kamera.

Kenapa? enggak pernah lihat? eh emang sekarang udah ga ada lagi ya di RCTI? sudah cukup lama sih saya ga nonton TV. Kalau sudah tidak ada dan kamu ga pernah nonton, berarti mungkin usia kita berbeda. hehe. Iya itu maksudnya terpaut cukup jauh. wkwk

Nah akhirnya ketemu juga, ini maksud saya. hehe

Cukup sayang…, eh belum apa-apa kok udah sayang aja sih.
Maksudnya cukup sayang jika sudah sampai ke Banjarmasih tapi tidak mampir ke Pasar Apung ini. Ya tentu saja kalimat ini hanya berlaku untuk orang yang tempat tinggalnya cukup jauh dari Banjarmasin, seperti di Pulau Jawa kaya saya. Kalau yang deket mah bisa juga sering-sering ke sana ya. ga perlu sayang-sayangan 🤭

Sebenarnya Pasar Apung ini sudah berada di luar kota Banjarmasinnya sih, sudah di luar teritori kota Banjarmasin maksud saya. Menurut Wikipedia sih Pasar ini terletak di desa Sungai Pinang (Lok Baintan), kecamatan Sungai Tabuk, Banjar.

Banjarmasin dan Pasar Terapung Lok Baintan

OK, jadi letaknya di mana dan bagaimana kita bisa sampai ke Pasar tersebut?

Jadi begini, Pasar terapung tersebut berada di air. Namanya juga terapung ya pasti di air ya. Kalau di darat pasar biasa dong ya. Pasar terapung ini merupakan Pasar yang mengapung di Sungai Martapura. Dan Letak Pasar terapung ini cukup jauh dari dermaga.

Untuk menuju Pasar Terapung tersebut kita wajib untuk naik perahu klotok dari dermaga. Jadi perahu merupakan satu-satunya alat transportasi ke Pasar tersebut. Eh sebenarnya bukan satu-satunya sih, bisa juga naik kendaraan darat untuk sampai lokasi pasarnya. Namun bagiamana caranya kita ke tengah pasarnya jika tidak naik Perahu? saya belum punya jawabannya sih untuk ini. Sepertinya, kita harus punya perahu untuk berbelanja di Pasar. Karena sekarang ini Pasarnya merupakan tempat wisata, jadi justru asik kita harus naik perahu di sepanjang sungai Martapura untuk sampai ke pasar apung tersebut. Oh ya, perkiraan saja ini sih. Waktu tempuh perahu dari dermaga sampai ke tujuan sekitar 15-30 menit sepertinya.

Foto Sungai dan Perahu yang dinaiki

Saya sebenarnya curiga, bahwa dulunya pada zamannya. Sungai merupakan jalan yang digunakan oleh warga untuk bepergian kemana-mana. Iya, maksud saya di situ kemungkinan alat transportasinya perahu dan warga bepergian menggunakan perahu di jalan raya berupa sungai. Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya rumah di pinggir sungai seperti wajarnya rumah di pinggir jalan pada umumnya 🤔

Ada yang pernah nonton film dari Thailand judulnya Pee Mak Phrakanong? Entah kenapa ketika saya berkunjung ke sini saya jadi teringat dengan film tersebut. Mungkin karena pemeran cewe di film tersebut cantik meskipun jadi hantu. Eh bukan itu maksud saya, tapi karena banyak kemiripan lingkungannya. Di film tersebut diperlihatkan setting perkampungan dan jalan rayanya terhubung menggunakan perahu di sungai. Mirip sekali dengan keadaan di sekitar pasar terapung ini, di mana jalur transportasinya merupakan sungai.

Film Pee Mak Phrakanong

Dan entah kenapa lagi, saya kembali berpikir bahwa Kalimantan dan Thailand punya kemiripan lain yaitu hantunya. Iya hantunya!. di Kalimantan kan ada istilah kuyang, nah di Thailand ada juga hantu wujudnya serupa dan dengan makanan yang sama bernama Krause. Dengan kata lain, di Kalimantan disebut Kuyang, di Thailand disebut Krause. Ga perlu googling kalau takut lihat wujudnya 😅. hehe

Sebentar, kayaknya kita jadi bahas hal yang tidak ada hubungannya dengan judul tulisan ini tentang Wisata di Pasar Apung. Baiklah kembali ke topik 😁.

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Kesana?

Begini, Pasar Apung tersebut hanya buka pada pagi hari saja. Ya mau ga mau kita juga harus berkunjung di pagi hari dong. Soalnya kalau siang hari mau ngelihat apa? apalagi kalau malam hari. Jangan-jangan malah ketemu Kuyang. Eh, bayangin malem-malem tahu-tahu sendirian di tengah sungai 🙄.

Nah menurut wikipedia lagi nih, Aktivitas perdagangan dimulai pukul 06.00 pagi sampai dengan pukul 09.30 WITA. Ya jadi kita harus sudah berada di Pasar tersebut di jam itu. Saya sendiri sangat menyarakan sebelum jam 7 sudah harus di sana. Karena keindahan pagi hari juga.

Jadi, kamu bisa berangkat dari Banjarmasin setelah subuh, kemudian naik kendaraan sampai dermaga. Sampai sana kamu bisa sewa Klotok untuk menuju ke Pasar Apung tersebut. Ya, kalau kamu datang ramean jadi lebih murah karena bisa urunan rame-rame untuk satu kapal. Harga sewa satu kapalnya kisaran 350 ribu. Saya berkunjung pada oktober 2019. Harga bisa berbeda pada akhir pekan atau libur nasional.

Selain karena faktor tersebut di atas, berangkat pagi juga bisa membuat kita bertemu golden hour, dimana matahari dan pencahayaan sangat sempurna untuk mengambil foto-foto dan pemandangan alamnya. Sebagai contoh berikut beberapa foto yang berhasil saya ambil saat perjalanan naik perahu menuju Pasar Apung tersebut.

Bagaiamana? indah bukan foto-foto di atas? nah foto itu hanya bisa kita abadikan jika berangkatnya pagi betul saat matahari lagi lucu-lucunya. Imut gitu gemesin banget kaya senyum kamu. hehe. Ya kalau udah kesiangan pas udah terlalu terang ga bisa ambil gambar sunrise begitu.

Ada Apa Saja di Pasar Apung Tersebut?

Nah itu lah keadaan Pasar Apung waktu saya ke sana, di sana ada wisatawan norak yang pura-pura jualan cuma buat bahan foto di instagram doang, iya biar feednya keren sih katanya. Ada wisatawan yang rame-rame di atas klotok sambil foto-foto, ada juga yang cuma ngelihatin sekitar. Dan yang jelas namanya pasar ya banyak penjualnya dong. Nah apa saja yang dijual? Sejauh yang saya lihat kebanyakan mereka menjual berbagai jenis buah-buahan dan sayur. Ada juga yang menjual sarapan seperti ramesan, minuman hangat seperti kopi-kopian. Ya sebagaimana tempat wisata pada umumnya sih, tapi bedanya ini yang jual di atas perahu yang beli juga di atas perahu. Iya, dan kita juga diperbolehkan sama yang jualan buat naik perahu mereka dan berpose seperti sedang jualan untuk bahan foto-foto. Btw, perahu yang jualan lebih kecil dan pake dayung. Sedangkan klotok untuk wisatawan lebih besar dan muat banyak orang. Seperti di foto atas pertama dan kedua. Oh ya, saat pindah dari klotok wisata ke perahu penjual juga agak ngeri kalau ga hati-hati. Bisa kebalik dan jatuh ke air yang perahu kecilnya. Wkwk

Kalau kamu sudah bosan jajan, bosan makan, bosan liat pemandangan, bosan foto-foto dan juga sudah bosan cari mangsa. Saatnya untuk balik ke dermaga. Ketika balik ke dermaga maka matahari sudah naik dan sudah terang, suasananya seperti di bawah ini.

Foto di atas Klotok

Begitulah kira-kira cerita saya waktu mengunjungi Pasar Apung Lok BaintanMartapura di Banjarmasin. Bagaimana dengan ceritamu? punya pengalaman lain atau informasi tambahan? boleh komen di bawah ini. Oh ya satu lagi, karena saya tidak punya foto yang bagus memperlihatkan suasana penjualnya. Saya ambil foto dari sebuah blog berikut ini.

Sumber gambar : https://pesona.travel/keajaiban/172/pasar-terapung-lok-baintan-roda-ekonomi-orang-banjar

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •